|
Musibah Banjir dan Angin Kencang Menimpa Kawasan di Beberapa Daerah Indonesia Bagian Timur Permasalahan kesehatan akibat bencana banjir dan angin kencang yang terjadi di berbagai wilayah Propinsi Kalimantan Barat dan Sulawesi Barat sampai saat ini masih dapat diatasi oleh jajaran kesehatan setempat. Namun demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat, Dinkes Provinsi, Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Regional dan PPK Depkes RI terus melakukan upaya pemantauan terhadap perkembangan permasalahan kesehatan.
Kalimantan Barat Musibah banjir menimpa beberapa kawasan di seluruh wilayah Kota Singkawang, Kab. Sambas, Kab. Bengkayang, dan Kab. Sanggau Prov. Kalbar. Musibah tersebut terjadi secara berturut-turut, di kota Singkawang, banjir terjadi tanggal (10/01,09) pukul 12.30 WIB dengan ketinggian air mencapai 150-200 cm, Kab. Sanggau (11/01,09) disusul tanggal 12 Januari 2009 di Kab. Bengkayang pukul 06.00, ketinggian air mencapai 30-50 cm, dan Kab. Sambas pukul 01.25, ketinggian air mencapai 70-100 cm. Kejadian tersebut mengakibatkan terendamnya 600 unit rumah di Kab. Bengkayang, dan Kab. Sanggau sebanyak 400 unit. Jumlah penduduk yang beresiko menjadi korban banjir sebanyak 22.000 orang di Kota Singkawang, Kab. Bengkayang, sebanyak 6000 orang, dan Kab. Sanggau, sebanyak 5000 orang. Bencana tersebut juga mengakibatkan terendamnya sarana kesehatan berupa 1 Puskesmas masing-masing di Kab. Bengkayang, dan Kab. Sanggau. Selain itu juga, terjadi pengungsian di Kota Singkawang sebanyak 5.000 orang, di Kab. Sambas (125 orang) dan di Kab. Sanggau (100 orang). Disamping itu, bencana angin kencang juga melanda Kab. Bengkayang, 10 Januari pukul 20.00 WIB, menyebabkan 14 rumah hancur, 1.005 orang diungsikan ke daerah pegunungan, dalam musibah ini tidak terdapat korban meninggal, hilang, luka berat maupun ringan. Upaya evakuasi korban sudah dilakukan, dengan membentuk Pos kesehatan Lapangan dan memberikan pelayanan kesehatan kepada korban bencana, melakukan koordinasi dalam penanggulangan korban, mobilisasi tenaga kesehatan, serta membentuk pos pengungsi. Depkes juga memberikan bantuan sosial untuk operasional ke kawasan yang tertimpa bencana, diantaranya yaitu obat-obatan, perahu karet, pusling dan MP-ASI untuk korban banjir serta obat-obatan dan makanan kepada korban bencana angin kencang. Sulawesi Barat Banjir yang terjadi tanggal 10 Januari 2009 pukul 02.00 WITA menggenangi 13 kecamatan di Kab. Polewali Mandar dengan ketinggian air antara 2 - 3 meter, akan tetapi air telah surut keesokan harinya. Dalam peristiwa tersebut menyebabkan 3 kecamatan, yaitu Kec.Tubbi Taramanu, Kec. Allu dan Kec. Bulo tidak bisa diakses transportasi darat. Selain itu juga, menyebabkan 10 orang meninggal, 8 diantaranya di Kec.Allu, dan 2 orang masing-masing di Kec. Mapili dan Kec. Campalagian, korban luka berat (3 orang), luka ringan (116 orang), korban hilang sebanyak 4 orang masing-masing 2 orang di Kec. Allu dan Tinambung. Dalam musibah tersebut mengakibatkan 1.420 jiwa mengungsi, diantaranya di Kec. Allu (620 jiwa) dan di Kec. Tinambung (800 jiwa), 3 puskesmas juga ikut mengalami kerusakan, yaitu di Kec. Allu, Kec. Tinambung, dan kec. Limboro ditambah lagi 1 Pustu Sepak Batu. Disamping itu juga kondisi lokasi penampungan sangat memprihatinkan, seperti tidak disediakannya MCK, tempat pembuangan sampah, sarana air bersih dan SPAL ( Saluran Pembuangan Air Limbah ) Jajaran kesehatan setempat dan Depkes telah melakukan evakuasi korban, mendirikan pos kesehatan/mendatangi para porban, memantau kesehatan para korban pasca bencana, kaporitisasi, pemberian PAC ( Penjernih Air Cepat ) sebanyak 600 sachet, 52 jerigen pembersih lantai, pengiriman tim RHA ( Rapid Health Assesment ) sebanyak 5 orang. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-5290 7416-9, 5292 1669, 021-522 3002 atau alamat e-mail
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
|