|
Menkes RI Desak Dunia Berikan Bantuan Kemanusiaan Rakyat Palestina |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 26 January 2009 |
|
Menkes RI, Dr. dr. Sti Fadilah Supari, Sp.JP(K) mendesak dunia memberikan perhatian serius terhadap pemulihan kondisi kesehatan di Jalur Gaza dan segera memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina. Selain itu Menkes RI juga mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk segera mengirimkan Tim Kesehatan untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan membentuk Rapid Humanitarian Unit untuk meningkatkan kemampuan WHO menangani bencana kemanusiaan di wilayah konflik.
Demikian pernyataan Menkes RI Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) dalam Sidang Executive Board WHO ke 124 di Jenewa Swiss, 20 Januari 2009 yang diterima Pusat Komunikasi Publik dari Perwakilan Tetap RI (PTRI) Jenewa. enkes RI menegaskan, serangan militer Israel ke wilayah pendudukan Palestina telah mengakibatkan ribuan orang terdiri dari bayi, anak-anak dan perempuan tewas, padahal rakyat Palestina memiliki hak hidup dan dilindungi. Mereka kelaparan dan tidak memiliki akses untuk mendapatkan air bersih dan tempat yang aman, yang pada akhirnya mereka meninggal. Saat ini kita tidak membicarakan politik, ataupun masalah kenegaraan, namun kita membicarakan masalah kemanusiaan dan keadilan. Menkes Palestina pada tanggal 16 Januari 2009 melaporkan 1.133 orang meninggal sejak 27 Desember 2008, 5.200 luka-luka termasuk anak-anak dan 652 wanita. Ditambah lagi jumlah pengungsi yang mencapai 40.000 jiwa, ujar Siti Fadilah Supari. Krisis kemanusiaan di Gaza Palestina memperparah derajat kesehatan dengan meningkatnya angka kematian kasar, angka kematian ibu dan anak, kerusakan infrastruktur kesehatan, kemiskinan, pelayanan yang terbatas (pelayanan kesehatan, air bersih, makanan, sanitasi dasar yang higienis) karena ketidakamanan. Hal ini akan memperburuk pencapaian Millenium Development Goals (MDG) bagi Palestina, ujar Siti Fadilah Supari. Menkes RI menambahkan, Indonesia dalam 2 hari sejak serangan militer Israel tanggal 27 Desember 2008 telah mengirimkan Tim Medis ke Jalur Gaza bekerjasama dengan Medical Emergency Rescue Committee (MerC), Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dengan membawa lebih dari 2 ton bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan. Meskipun awalnya mengalami kesulitan untuk memasuki wilayah Jalur Gaza, namun dengan bantuan Pemerintah Mesir, negara lain dan mitra internasional pada akhirnya Tim Medis Indonesia dapat secara langsung memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina di Gaza. Indonesia berkomitmen untuk mendukung rekonstruksi (merehabilitasi) Palestina dengan harapan mereka bisa menggapai pencapaian MDG dan sastus kesehatan lain yang sama dengan negara tetangganya. Saya menghargai Rencana Operasi Darurat WHO (Emergency Operasional Plan) untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza, ujar Dr. Siti Fadilah Supari. Indonesia bersama negara-negara OKI yang menjadi anggota Executive Board WHO telah mengajukan rancangan Resolusi ”The Grave Health Situation in the Occupied Palestinian Territory, particularly in the Occupied Gaza Strip” untuk dibahas dan disetujui oleh Executive Board WHO. Pada pokoknya Rancangan Resolusi, menekankan tindakan mendesak dari negara-negara di dunia untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, khususnya tim medis, ambulans, obat-obatan dan perawatan medis, serta akses bagi pelayanan kesehatan di Jalur Gaza. Resolusi juga mendesak agar Direktur Jenderal WHO segera mengirimkan Misi Khusus Kesehatan ke Jalur Gaza untuk mempercepat akses bantuan kesehatan kepada rakyat Palestina, ujar Siti Fadilah Supari. Sidang Executive Board dijadwalkan mengambil keputusan terhadap rancangan Resolusi tersebut pada tanggal 21 Januari 2009. Namun demikian terdapat kesepakatan negara-negara anggota untuk memberikan otorisasi kepada Dirjen WHO agar segera mengirimkan Misi Kesehatan Khusus ke Jalur Gaza. Sidang Executive Board ke-124 diselenggarakan tanggal 19 s.d. 27 Januari 2009 dihadiri 34 anggota Executive Board WHO, termasuk Menkes RI sebagai anggota Executive Board WHO periode 2007 – 2010. Sidang Executive Board membahas isu-isu kesehatan global yang akan diajukan dalam Sidang Kesehatan Tahunan WHO (World Health Assembly) ke-62 yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2009. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-5292 1669, 021-522 3002 atau alamat e-mail
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
|