HomeContact UsNewsLinks
Halaman Utama
Main Menu
Halaman Utama
Links
Hubungi Kami
Kabar Puskesmas
Profil Dinas Kesehatan
Foto
Buku Tamu
download
Bidang-Bidang
Bid Pemberantasan Penyakit
Bid Kesejahteraan Sosial
Bid PKPL
Bid Tata Usaha
Bid Pelayanan Masyarakat
Login





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Pengunjung
mod_vvisit_counterHari ini42
mod_vvisit_counterKemarin146
mod_vvisit_counterMinggu Ini188
mod_vvisit_counterBulan Ini663
mod_vvisit_counterKeseluruhan24743
P3010389.jpg.jpg
Polls
Bagaimana Penanganan Penyakit Menular di Kotabaru
 
Link Puskesmas
Sungai Kupang
Pantai
Serongga
Pudi
Bungkukan
Marabatuan
Tanjung Seloka
Sungai Bali
Lontar
Berangas
Kotabarau
Dirgahayu
Mekarpura
Gunung Batu Besar
Sampanahan
Tg Semelantakan
Kelumpang F
Bakau
Pamukan II
Sungai Durian
Banian
Hampang
Tj Lalak
Sengayam
Menkes Terima Penghargaan News Maker Metro TV 2008 PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Monday, 26 January 2009
Selasa,7/1/0) Menkes Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) terima penghargaan News Maker Metro TV. Penghargaan diserahkan langsung Direktur Metro TV Elman Saragih di Kantor Departemen Kesehatan Jakarta, 7 Januari 2009. Selain Siti Fadilah Supari, penghargaan serupa diberikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres Jusuf Kalla, Gubernur
BI, Budiono, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Jimly Asshiddiqie, Amien Rais, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan personil Grup Musik Slank.

Menurut Suryopratomo, Direktur Pemberitaan Metro TV yang mendampingi Elman Saragih menjelaskan, Dr. dr. Siti Fadilah Supari selain paling sering menjadi sumber berita di media massa, juga memenuhi 3 kriteria lainnya yaitu berprestasi, dalam kegiatannya memberi inspirasi, dan secara moral pantas dijadikan contoh tauladan bagi rakyat.

Dr. dr. Siti Fadilah Supari, prestasi dan inspirasinya dinilai menonjol antara lain melalui program kesehatan yang pro rakyat (obat rakyat dan Jaminan Kesehatan Masyarakat) serta berani memperjuangkan kepentingan negara berkembang khususnya Indonesia tentang mekanisme virus sharing di dunia yang adil, setara dan transparan. Disamping itu, Menkes juga dinilai berani menentang keberadaan Namru di Indonesia sebelum dilakukan perundingan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Amerika, ujar Suryopratomo.

Kriteria yang digunakan dalam penetapan News Maker Metro TV 2008 kata Suryoratomo adalah seberapa sering seorang figure atau institusi diberitakan oleh 5 media massa utama di Indonesia (Metro TV, Media Indonesia, Kompas, Republika, dan Koran Tempo). Selain itu, Metro TV juga melihat sejauh mana public meaningnya sehingga dikembangkan menjadi beberapa kriteria yaitu memiliki prestasi di level dunia atau minimal nasional, memiliki kinerja luar biasa, memiliki integritas dan moralitas tinggi, serta inspiratif.

Suryopratomo mengatakan dari penelusuran di lima media massa tersebut, diperoleh 150 nama yang dimuat diatas 250 kali selama tahun 2008. Dari nama-nama tersebut, didapatkan 9 nama yang secara kuantitatif lebih dari 850 kali namanya dimuat di 5 media massa utama dan memenuhi 4 kriteria diatas.

Penghargaan news maker merupakan salah satu rangkaian acara akhir tahun 2008 Metro TV. Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban media massa kepada khalayak atas kebijakan keredaksionalan yang terkait dengan pemilihan figure atau institusi sebagai sumber berita, sebagai imbauan kepada publik untuk terus memantau dan menjaga kredibilitas dan integrasi yang terpilih.

Menkes dalam sambutannya mengatakan, perjuangan dalam menekan harga obat merupakan hal yang berat dan bermakna bagi masyarakat. Salah satu upayanya adalah mempertahankan harga obat tetap terjangkau oleh masyarakat tanpa mematikan industri obat, dan dikeluarkannya Peraturan Menkes No.1010/Menkes/PER/XI/2008 yang menetapkan bahwa hanya industri farmasi/obat yang memiliki fasilitas produksi di Indonesia yang boleh mengimpor obat dari luar negeri. Dengan demikian, mempunyai nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Selain itu, ujar Siti Fadilah, perjuangan yang berat adalah mempertahankan Rumah Sakit pemerintah agar tidak diprivatisasi menjadi Perseroan Terbatas (PT). Bersyukur bahwa RS pemerintah saat ini statusnya menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Pada kesempatan tersebut, Menkes menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada redaksi Metro TV atas penghargaan yang diberikan. Hal ini akan menjadi kenangan yang tidak pernah terlupakan. Dengan penghargaan tersebut, maka akan memacu kinerja Departemen Kesehatan lebih baik lagi di masa depan.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi telp./fax. 021-52907416-19/52921669 atau email Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
© 2010 Situs Dinkes Kotabaru
designed and created by angin lembah