HomeContact UsNewsLinks
Halaman Utama
Main Menu
Halaman Utama
Links
Hubungi Kami
Kabar Puskesmas
Profil Dinas Kesehatan
Foto
Buku Tamu
download
Bidang-Bidang
Bid Pemberantasan Penyakit
Bid Kesejahteraan Sosial
Bid PKPL
Bid Tata Usaha
Bid Pelayanan Masyarakat
Login





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Pengunjung
mod_vvisit_counterHari ini63
mod_vvisit_counterKemarin61
mod_vvisit_counterMinggu Ini63
mod_vvisit_counterBulan Ini538
mod_vvisit_counterKeseluruhan24619
P3010368.jpg.jpg
Polls
Bagaimana Penanganan Penyakit Menular di Kotabaru
 
Link Puskesmas
Sungai Kupang
Pantai
Serongga
Pudi
Bungkukan
Marabatuan
Tanjung Seloka
Sungai Bali
Lontar
Berangas
Kotabarau
Dirgahayu
Mekarpura
Gunung Batu Besar
Sampanahan
Tg Semelantakan
Kelumpang F
Bakau
Pamukan II
Sungai Durian
Banian
Hampang
Tj Lalak
Sengayam
13 Kecamantan Endemis Kusta PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 28 November 2008


KOTABARU  - Lebih dari 50 persen atau sebanyak 13 kecamatan dari 20 kecamatan di Kotabaru, saat ini dinyatakan endemis penyakit kusta (Leprasy), yang menyebabkan penderitanya cacat seumur hidup.
       Data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan, dari 13 kecamatan sebanyak 9 kecamatan ditemukan sekitar 14 kasus kusta MB (jenis kusta yang dapat menular). Dan di empat kecamatan ditemukan lima kasus kusta PB (kusta yang tidak menular).
       Kecamatan Kelumpang Barat ditemukan tiga kasus, Pamukan Selatan, Pulau Laut Selatan, Kelumpang Hilir, masing-masing dua kasus, dan Kecamatan Pamukan Utara, Pulau Laut Utara, Pulau Laut Timur, Pulau Sembilan, dan Kecamatan Kelumpang Utara masing - masing satu kasus kusta MB.
       Kecamatan Pamukan Selatan, Kelumpang Barat, Pulau Laut Selatan, masing-masing satu kasus dan Kecamatan Pulau Sembilan ditemukan dua kasus kusta PB.
       Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Cipta Waspada, beberapa waktu lalu mengungkapkan, meskipun ditemukan kusta PB yang tidak menular, dinas kesehataan tetap melakukan pengobatan dan mengantisipasi penularan.
       "Meskipun tidak menular, penyakit kusta jenis PB tersebut jika tidak segera diobati lama-kelamaan juga akan meningkat menjadi kusta MB dan menular ke yang lain," kata Mardiman Ambarita, Kabid Penanggulangan Penyakit.
       Untuk mencegah penyebaran penyakit penyebab cacat permanen tersebut, pihaknya telah menyusun program kampanye eleminasi kusta (Leprosy Elemination Conpingu/LEK), serta melakukan swiping ke sekolah-sekolah.
       Menurut Mardiman, program pemberantasan penyakit kusta berbeda dengan penyakit lainnya. Biasanya penderita merasa malu dan tidak mau berhubungan dengan orang lain, menyendiri dari masyarakat.
       "Sehingga kami sering kesulitan dalam melakukan program pengobatan. Begitu juga biasanya pasien enggan mengkonsumsi obat yang seharusnya dikonsumsi selama enam bulan secara rutin," katanya.
       Informasi yang dihimpun dari petugas kesehatan, untuk tahun 2007 ini kembali ditemukan sejumlah pasien kusta yang belum mendapatkan pengobatan dari pihak Puskesmas.(ins)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
© 2010 Situs Dinkes Kotabaru
designed and created by angin lembah