HomeContact UsNewsLinks
Halaman Utama
Main Menu
Halaman Utama
Links
Hubungi Kami
Kabar Puskesmas
Profil Dinas Kesehatan
Foto
Buku Tamu
download
Bidang-Bidang
Bid Pemberantasan Penyakit
Bid Kesejahteraan Sosial
Bid PKPL
Bid Tata Usaha
Bid Pelayanan Masyarakat
Login





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Pengunjung
mod_vvisit_counterHari ini48
mod_vvisit_counterKemarin61
mod_vvisit_counterMinggu Ini48
mod_vvisit_counterBulan Ini523
mod_vvisit_counterKeseluruhan24604
P3010406.jpg.jpg
Polls
Bagaimana Penanganan Penyakit Menular di Kotabaru
 
Link Puskesmas
Sungai Kupang
Pantai
Serongga
Pudi
Bungkukan
Marabatuan
Tanjung Seloka
Sungai Bali
Lontar
Berangas
Kotabarau
Dirgahayu
Mekarpura
Gunung Batu Besar
Sampanahan
Tg Semelantakan
Kelumpang F
Bakau
Pamukan II
Sungai Durian
Banian
Hampang
Tj Lalak
Sengayam
Narkoba dan Seks Bebas Rentan Terjangkit Aids PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 28 November 2008


KOTABARU - Penyalahgunaan narkoba dan seks bebas memiliki dampak yang sangat berbahaya, karena selain bisa tertular penyakit HIV Aids, juga mempengaruhi kesehatan mental dan fisik. Bahkan sampai menimbulkan tindakan kriminal untuk pemenuhan kebutuhan markoba.

      Hal tersebut menjadi topik utama dalam seminar dalam rangka Hari Kesehatan Nasional yang ke 43 tahun 2007 di Puskesmas Serongga. Drg Cipta Waspada M Kes, sebagai pembicara menyampaikan para pemakai atau pengguna narkoba akan menghadapi beberapa masalah, seperti pada kesehatan fisik, mental, emosi dan sosial si pemakai, mendorong perbuatan tindak kriminal dari mencuri bahkan membunuh.

“Tidak hanya pengguna saja, keluarganya juga akan menanggung akibat seperti nama keluarga dapat tercemar karena perbuatannya serta sopan santun di rumah berkurang, melawan orang tua, tidak segan bertindak keras untuk mendapatkan keinginannya. Begitu juga dengan lingkungannya, orang tersebut tidak segan melakukan tindak pidana, mengganggu ketertiban umum,” jelasnya dalam seminar beberapa waktu lalu.

Narkoba cuma bisa digunakan pada dunia kesehatan dan ilmu pengetahuan (penelitian). Hasil penelitian penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa tahun 2003 menunjukkan Banjarmasin (4,3 %) merupakan kota tertinggi ke-8 dalam penyalahgunaan narkoba.

Kapolsek Kelumpang Hilir Wiwik S, dalam materi tentang Mengatasi Masalah Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja  mengatakan, pengedaran dan pemakai atau penyalahgunaan narkoba sudah sampai masuk ke desa–desa bukan hanya di kota besar saja.

Untuk mengatasinya peredaran narkoba harus diperhatikan seperti pengendalian diri, mental yang kuat, jangan cepat putus asa,  keinginan untuk menjadi baik yang tergantung diri sendiri. “Jika sudah kecanduan narkoba, untuk penyembuhannya akan cukup mahal biayanya, sehingga jangan sampai terjurumus dalam penyalahgunaan narkoba tersebut,” ungkap Wiwik.

      Sementara untuk aspek hukumnya, pemakai, pengedar narkoba akan mendapat hukuman yang sangat berat yang telah di atur dalam UU No 22 tahun 1997, tentang Narkotika.

Mengapa remaja mudah menyalahgunakan narkoba? Menurut Wiwik, pertama faktor lingkungan yaitu hubungan tidak harmonis dengan orang tua, kurangnya kontrol dan lingkungan rawan narkoba.

Serta faktor individu yaitu keinginan coba-coba, perasaan ingin diterima dan ikut trend, cari kenikmatan sesaat dan faktor zat yaitu menimbulkan ketergantungan fisik dan psikis, relatif mudah didapat dan murah.

Selanjutnya dr I Made Darmayasa SPOG, menyampaikan pentingnya menghindari seks bebas, karena narkoba dan seks bebas selalu berdampingan. Tiap orang yang menggunakan narkoba pasti selalu ingin melakukan seks bebas.

Sehat tidak hanya dengan fisik tetapi juga dengan mental dan rohani yang sehat. Maka dari itu I Made mengharapkan kepada perempuan agar selalu menjaga kehormatan pribadi, keluarga dan bahkan kehormatan negara. Khususnya untuk perempuan untuk selalu menjaga kesehatan reproduksi sendiri.

Seks bebas dan gonta ganti pasangan akan cepat tertular penyakit seksual. Para remaja diharapkan untuk selalu menjaga dan memelihara norma–norma yang baik. Jangan dibiasakan membaca dan menonton yang porno, memutar cd porno, karena resiko nya mudah untuk terpengaruh melakukan hal hal negatif.

Kemajuan teknologi juga mempengaruhi pola pikir seksual para remaja sekarang. Selanjutnya Made menyampaikan bahwa penyakit–penyakit diawali dari kenikmatan. Untuk mengatasi itu semua langkah-langkah yang harus dilakukan adalah belajar dan berani bilang tidak, jangan hanya berpikir sesaat, Masa depan ditangan pemuda itu sendiri. Umur reproduksi yang sehat usia 20–30 tahun. (ins)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
© 2010 Situs Dinkes Kotabaru
designed and created by angin lembah